Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 6 Feb 2026 08:18 WIB ·

Gerakan Penanaman Pohon Serentak di Kabupaten Bogor mengecam Kontroversi Masyarakat


 Gerakan Penanaman Pohon Serentak di Kabupaten Bogor mengecam Kontroversi Masyarakat Perbesar

Gerakan Penanaman Pohon Serentak di Kabupaten Bogor mengecam kontropersi masyarakat

TV3INDONESIA.BOGOR JAWA BARAT – Alih alih Kabupaten Bogor kembali disibukkan dengan Gerakan Penanaman Pohon Serentak. Bibit ditanam, kamera dinyalakan, pejabat berpose, lalu publik diminta percaya bahwa lingkungan sedang diselamatkan. Namun di balik hiruk-pikuk seremoni itu, muncul pertanyaan tajam yang tak bisa dihindari: apakah yang ditanam benar-benar pohon, atau sekadar ilusi kepedulian?

Fakta di lapangan berbicara keras. Banjir, longsor, dan krisis resapan air terus berulang, sementara kawasan hijau kian tergerus oleh beton dan kepentingan investasi. Ironisnya, di tengah gencarnya penanaman pohon, izin pembangunan di wilayah rawan dan kawasan hijau justru terus berjalan tanpa rem yang jelas.

Gerakan ini berpotensi berubah menjadi panggung pencitraan massal jika tidak dibarengi keberanian politik untuk menghentikan perusakan lingkungan. Menanam ribuan bibit tidak ada artinya jika satu izin alih fungsi lahan mampu menghapusnya dalam semalam.

Lebih menyedihkan lagi, publik jarang diberi jawaban: berapa pohon yang hidup setelah ditanam? Siapa yang merawat? Di mana laporan evaluasinya? Tanpa transparansi dan akuntabilitas, penanaman pohon hanyalah agenda foto—bukan agenda penyelamatan.

Warga pun mulai muak dengan simbolisme. Mereka tidak butuh janji hijau di spanduk, tapi tindakan nyata yang berani menolak proyek merusak lingkungan. Kesadaran ekologis tidak lahir dari seremoni, melainkan dari konsistensi kebijakan yang berpihak pada alam, bukan modal.
Jika Gerakan Penanaman Pohon Serentak hanya berhenti pada seremonial tahunan, maka ia bukan solusi, melainkan pengalihan isu yang dibungkus narasi kepedulian.

Kabupaten Bogor tidak kekurangan bibit, yang langka adalah keberanian menegakkan komitmen lingkungan. Saatnya publik bertanya lebih keras:
apakah kita sedang menanam pohon, atau sedang dikubur oleh kepura-puraan??

Elis Sufriani Yusuf

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Keluarga Hatulesila Minta Kakanwil BPN Maluku Usut Dugaan SHM Ilegal Usai 15 Kios di Tihu Ambon Dibongkar

8 Mei 2026 - 06:06 WIB

Ketum BPIKPNPARI Rahmad Sukendar Sampaikan Duka Mendalam atas Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur, Desak Pemerintah Usut Tuntas.

28 April 2026 - 13:05 WIB

Aliansi Pandawa Soroti Kekacauan Administrasi Ruko Graha Citeureup: Polemik SHGB Tak Kunjung Usai

28 April 2026 - 12:50 WIB

Bapak Joko Purwanto Selaku Pemerintah Pusat Audit Legalitas Perusahaan di Kalimantan Barat

27 April 2026 - 15:15 WIB

Sertifikat Tanah dan Bangunan Rp1 Miliar Dibalik Nama Tanpa Hak, Debitur Koperasi Hanya Pinjam Rp200 Juta

17 April 2026 - 10:13 WIB

Tambang Ilegal Bebas Beroperasi Di Desa Sukanegara Kec.Jonggol Kab.Bogor Jawa Barat

5 Maret 2026 - 08:53 WIB

Trending di Daerah